Minggu, 06 Juli 2014

Kentut, Oh Kentut !

Entah kenapa selama bulan puasa ini saya sering kentut. Gejala alam yang menimbulkan gas berbau bangke itu selalu saya ‘buang’ setiap harinya. Anehnya, setiap saya kentut, jarang sekali ada suaranya. Walaupun nggak ada suaranya, tapi baunya edyan, sob ! Baunya bisa mengalahkan bau kotoran Gajah Afrika.

Kebiasaan kentut ini mungkin turunan dari bapak saya. Bapak saya adalah orang yang paling sering kentut di rumah. Bukan hanya pada Bulan Puasa saja, dihari-hari biasa pun bapak saya sering kentut. Kentut bapak saya tergolong kentut ajaib. Kentut bapak saya mempunyai volume yang keras, bisa dikatakan stereo. Tapi, kentutnya tidak bau sama sekali. Sangat ajaib, bukan ?


***

Selain kentut dirumah, sewaktu SD, saya juga pernah kentut dikelas. Jadi ceritanya begini, waktu itu kelas saya sedang kosong, semua anak-anak yang ada di kelas sedang sibuk. Ada yang sibuk ngobrol, main, buka hape, dan banyak lagi. Ketika yang lain sedang asyik-asyiknya ngobrol, saya hanya bisa diam dengan kepala menunduk sambil menahan kentut. Sesekali saya mengusap-usap perut saya sambil bergumam, “Kentut jangan keluar ! Kentut jangan keluar !”

Apa mau dikata, gas kentut itu meluncur dari ‘belakang’ saya. Saya hanya bisa pasrah dan tawakal. Ya, semoga saja kentutnya tidak menimbulkan bau seperti bau kotoran Gajah Afrika tadi. Saya hanya bisa diam dan menunduk. Tak berapa lama, beberapa cewek yang ada di kelas bilang begini, “Bau kentut ih !”. Jantung saya berdegup kencang, satu per satu bulu ketiak saya berhamburan. Tak lama, anak-anak lain juga mengaku sama.


Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang mencium pantat murid laki-laki lain, termasuk saya. Edyan ! Habis riwayat saya, habis. Satu per satu pantat murid diciumi oleh dia. Ketika anak itu mencium pantat saya, anak itu berbicara keras seperti ini, “Woy, Si Fadhli kentut”, sontak seluruh siswa menutup hidungnya. Dengan keadaan seperti ini, saya hanya bisa terdiam karena malu. Dari kejadian itu saya trauma kentut di kelas.


Itulah pengalaman saya, bagaimana dengan pengalamanmu ?    

0 komentar:

Posting Komentar