Entah kenapa selama bulan puasa ini saya sering kentut.
Gejala alam yang menimbulkan gas berbau bangke itu selalu saya ‘buang’ setiap
harinya. Anehnya, setiap saya kentut, jarang sekali ada suaranya. Walaupun
nggak ada suaranya, tapi baunya edyan, sob ! Baunya bisa mengalahkan bau
kotoran Gajah Afrika.
Kebiasaan kentut ini mungkin turunan dari bapak saya. Bapak
saya adalah orang yang paling sering kentut di rumah. Bukan hanya pada Bulan
Puasa saja, dihari-hari biasa pun bapak saya sering kentut. Kentut bapak saya
tergolong kentut ajaib. Kentut bapak saya mempunyai volume yang keras, bisa
dikatakan stereo. Tapi, kentutnya
tidak bau sama sekali. Sangat ajaib, bukan ?
***
Selain kentut dirumah, sewaktu SD, saya juga pernah kentut
dikelas. Jadi ceritanya begini, waktu itu kelas saya sedang kosong, semua
anak-anak yang ada di kelas sedang sibuk. Ada yang sibuk ngobrol, main, buka
hape, dan banyak lagi. Ketika yang lain sedang asyik-asyiknya ngobrol, saya
hanya bisa diam dengan kepala menunduk sambil menahan kentut. Sesekali saya
mengusap-usap perut saya sambil bergumam, “Kentut jangan keluar ! Kentut jangan
keluar !”
Apa mau dikata, gas kentut itu meluncur dari ‘belakang’
saya. Saya hanya bisa pasrah dan tawakal.
Ya, semoga saja kentutnya tidak menimbulkan bau seperti bau kotoran Gajah
Afrika tadi. Saya hanya bisa diam dan menunduk. Tak berapa lama, beberapa cewek
yang ada di kelas bilang begini, “Bau kentut ih !”. Jantung saya berdegup
kencang, satu per satu bulu ketiak saya berhamburan. Tak lama, anak-anak lain
juga mengaku sama.
Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang mencium pantat murid laki-laki lain, termasuk saya. Edyan ! Habis riwayat saya, habis. Satu per satu pantat murid diciumi oleh dia. Ketika
anak itu mencium pantat saya, anak itu berbicara keras seperti ini, “Woy, Si
Fadhli kentut”, sontak seluruh siswa menutup hidungnya. Dengan keadaan seperti ini, saya hanya bisa terdiam karena malu. Dari
kejadian itu saya trauma kentut di kelas.
Itulah pengalaman saya, bagaimana dengan pengalamanmu ?
0 komentar:
Posting Komentar